SEJARAH BERDIRINYA PERPUSTAKAAN B.J. HABIBIE DI SMPN 2 KOTA SERANG (SPENWA)
Merupakan cerita integrasi ruang literasi yang tumbuh bersama dengan perkembangan sejarah sekolah itu sendiri sejak tahun 1958. Berikut adalah linimasa naratif sejarah berdirinya perpustakaan tersebut yang disesuaikan dengan sejarah berdirinya sekolah:
1. Fondasi Awal: Masa Berdirinya Sekolah (1958)
- Pendirian Sekolah: SMPN 2 Kota Serang awalnya didirikan pada tanggal 2 Juni 1958. Sebelum resmi menjadi SMP, sekolah ini berakar dari transisi Sekolah Guru B Negeri (SGBN) 2 Serang atas desakan PGRI.
- Titik Awal Literasi: Sebagai institusi pendidikan formal tertua kedua di Kota Serang, kebutuhan akan buku pelajaran sangat mendesak. Pada masa awal ini, "ruang baca" sekolah masih menyatu dengan ruang guru atau tata usaha, mengandalkan koleksi buku teks cetakan lama untuk mendukung kurikulum pasca-kemerdekaan.
2. Periode Alokasi Ruang Khusus (Era 1970 - 1990an)
- Pembangunan Fasilitas: Seiring perpindahan alamat ke Jalan Rumah Sakit Umum No. 5, Kotabaru, sekolah mulai membangun gedung-gedung permanen baru.
- Kelahiran Perpustakaan Sekolah: Pada fase ini, sekolah mengalokasikan satu ruang khusus untuk dijadikan perpustakaan resmi. Fungsinya masih konvensional, yakni sebatas tempat penyimpanan buku paket dan peminjaman buku teks bagi siswa Spenwa.
3. Era Transformasi dan Penamaan "B.J. Habibie" (Era Modern)
- Filosofi Nama B.J. Habibie: Pengadopsian nama Presiden ke-3 RI, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap "Bapak Teknologi Indonesia". Semangat kepakaran, kecerdasan, dan kegemaran membaca yang melekat pada sosok Habibie diadopsi menjadi visi utama perpustakaan guna memotivasi siswa Spenwa agar adaptif terhadap sains dan teknologi.
- Modernisasi Fasilitas: Perpustakaan tidak lagi sekadar gudang buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat literasi berbasis digital (e-library) untuk mendukung predikat sekolah sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN).
4. Revitalisasi Mutakhir (Hingga 2026)
- Gerakan Literasi Sekolah: Perpustakaan B.J. Habibie menjadi motor penggerak berbagai kegiatan besar, seperti agenda Gebyar Literasi Spenwa (program membaca massal bersama tokoh literasi) serta penggalangan donasi buku nasional.
- Revitalisasi Satuan Pendidikan: Melalui program penataan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, fasilitas fisik Perpustakaan B.J. Habibie kini tampil jauh lebih nyaman, estetik, dan dilengkapi sarana teknologi modern. Hal ini menjadikannya salah satu episentrum belajar utama bagi seluruh siswa Spenwa.