Buku ini mengisahkan perjalanan spiritual Nabi Uzair a.s. bersama keledai kesayangannya melewati sebuah kota yang telah runtuh dan hancur lebur. Menyaksikan pemandangan tersebut, terlintas sebuah pertanyaan di dalam hati Nabi Uzair tentang bagaimana cara Allah SWT akan menghidupkan kembali kota mati yang telah hancur tersebut.Untuk menunjukkan keagungan dan kekuasaan-Nya, Allah SWT kemudian menidurkan (mewafatkan) Nabi Uzair beserta keledainya selama 100 tahun. Berabad-abad berlalu, Nabi Uzair akhirnya dibangkitkan kembali. Beliau terkejut saat menyadari bahwa bekal makanannya masih utuh dan segar, sementara keledai setianya telah berubah menjadi tumpukan tulang belulang yang terpisah.Di depan mata Nabi Uzair, mukjizat besar pun terjadi. Allah SWT memperlihatkan langsung proses penyusunan kembali tulang-tulang keledai tersebut, membungkusnya dengan daging dan kulit, hingga hewan itu kembali hidup dan berdiri utuh. Melalui kisah fabel Islami yang penuh warna dan disajikan dalam dua bahasa (bilingual) ini, anak-anak diajak untuk memahami arti keimanan dan kekuasaan mutlak Allah SWT atas kehidupan dan kematian dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.