Di tengah laju modernisasi dan globalisasi yang pesat, dunia pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Buku ini hadir sebagai respons kritis sekaligus solutif dari Dr. H. Jazuli Juwaini terhadap stigma bahwa pendidikan Islam sering kali dianggap sebagai "pendidikan kelas dua" yang tertinggal dan kurang kompetitif. Penulis memotret adanya gejala kemandulan dalam sistem pendidikan Islam kontemporer, di mana institusi pendidikan kerap kali gagal melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara moral.Alih-alih menawarkan solusi instan dengan mengekor atau berkiblat pada teori-teori pendidikan Barat yang sekuler, Jazuli Juwaini menegaskan arah yang berbeda. Beliau menekankan bahwa ruh dari pembaruan (revitalisasi) harus dikembalikan secara murni pada fondasi filosofis-antropologis Islam itu sendiri, yaitu Al-Qur'an, Al-Sunnah, Ijma', dan Qiyas. Pendidikan Islam tidak boleh kehilangan jati dirinya demi mengejar label modernitas.Melalui buku ini, penulis menawarkan peta jalan konseptual untuk mereformasi sistem kurikulum. Gagasan utamanya adalah melakukan integrasi menyeluruh antara ilmu pengetahuan umum (sains dan teknologi) dengan nilai-nilai keislaman (tauhid dan akhlak). Pendidikan tidak boleh hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi harus menyentuh ranah pembentukan karakter dan inovasi metode pengajaran yang adaptif terhadap zaman.Buku ini menjadi sebuah seruan penting bagi para pemangku kebijakan, pengelola pesantren, akademisi, dan masyarakat luas untuk segera melakukan reformasi mutu secara sistemik. "Revitalisasi Pendidikan Islam" bukan sekadar wacana teoretis, melainkan sebuah panduan aplikatif untuk melahirkan generasi muslim masa depan yang mandiri, berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai keimanan.