Di sebuah perkampungan nelayan di Sumatera Barat, hiduplah seorang pemuda bernama Malin Kundang bersama ibunya yang sudah janda dalam kemiskinan. Karena ingin mengubah nasib dan membahagiakan ibunya, Malin memutuskan untuk pergi merantau dengan menum...
Di sebuah perkampungan nelayan di Sumatera Barat, hiduplah seorang pemuda bernama Malin Kundang bersama ibunya yang sudah janda dalam kemiskinan. Karena ingin mengubah nasib dan membahagiakan ibunya, Malin memutuskan untuk pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar kaya.Bertahun-tahun berlalu tanpa kabar, Malin Kundang ternyata berhasil menjadi saudagar kaya raya yang memiliki banyak kapal dagang dan istri yang cantik. Suatu hari, kapal megahnya berlabuh di pantai desa asalnya. Berita kepulangan Malin pun terdengar sampai ke telinga ibunya.Dengan perasaan sangat bahagia, sang ibu berlari ke dermaga untuk memeluk putra tercintanya. Namun, di depan istri dan anak buahnya, Malin merasa malu melihat penampilan ibunya yang tua, bungkuk, dan berpakaian compang-camping. Ia pun menolak mengakui wanita itu sebagai ibunya dan bahkan menghardiknya dengan kasar.Hati sang ibu sangat hancur. Sambil menangis, ia bersimpuh dan berdoa agar Tuhan menghukum putranya yang durhaka. Tak lama kemudian, badai besar datang menghantam kapal Malin. Di tengah gemuruh petir, tubuh Malin Kundang perlahan kaku dan akhirnya berubah menjadi batu sebagai kutukan atas kedurhakaannya.
- Kode
-
398.2 YUD m
- Penerbit
-
Bandhawa Publishing
Surabaya, 2025
- ISBN/ISSN
- -
- Physical
- Jumlah Hal: 32 halaman, Dimensi: 21 x 21 cm, Jenis Kertas : Art Carton , Sampul: Greyboard
- Bahasa
- Indonesia
- Subjek
- FIKSI
Dongeng
Dongeng Anak
- Edisi
- Cetakan I, 2025
No digital files available.